Yakin Kamu Bukan Salah Satu Toxic People? Yuk Kenali Ciri-Cirinya!

  • Whatsapp
shutterstock.com

KEKER.FAJAR.CO.ID – Hai SoKeR, pernah nggak berada di dekat seseorang tapi tidak merasa nyaman, selalu kesel, dan hawanya selalu ingin marah kepada orang tersebut? Mungkin saja kamu adalah orang yang toxic.

Yup, istilah yang diberikan kepada orang yang menyebalkan ini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat dan warganet. Trennya istilah toxic, semua jadi serba toxic, marah dibilang toxic. Supaya lebih paham dengan karakter yang menyebalkan ini, so baca terus yah!

Apa sih Itu toxic? Toxic-toxic club, sebutan ini ditujukan buat sekelompok orang yang dianggap toxic. Jangan sampai kamu sering mengatakan istilah toxic, tapi malah nggak tahu artinya. Jadi, kata toxic itu kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia adalah mengandung racun.

Wah, dari artinya saja sudah serem dan bahaya banget, kan? Tapi, racun di sini bukan kata “racun” yang sebenarnya loh, melainkan racun berbentuk sifat diri yang menyebabkan orang lain terkena dampak negatif dari yang kita perbuat. Kalau dilihat dari kamus Bahasa Inggris, toxic adalah kata sifat yang digunakan untuk mendeskripsikan kepada orang yang punya banyak sifat negatif, orang yang mudah jengkel, suka berbicara kasar ke orang lain, dan sebagainya.

Yakin kamu bukan orang toxic? Daripada cuma menduga-duga, yuk, simak ciri-ciri orang toxic berikut ini. Siapa tahu ada salah satu cirinya yang mirip dengan sifatmu.

1.Playing VictimOrang toxic akan senang bila berada di dalam situasi di mana ia bisa dengan gampang menyalahkan orang lain. Tidak jarang, ia akan dengan senang hati menerima peran sebagai korban. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk menyalahkan orang lain atas semua permasalahan yang terjadi. Keadaan seperti ini diartikan seolah-olah dialah korban alias playing victim. Kalau hasilnya ternyata kamu lebih senang playing victim, berarti kamu termasuk ke dalam salah satu ciri orang yang toxic.

Source : BrightSide

2.Drama QueenSalah satu ciri yang paling menjengkelkan dengan mencari perhatian lewat drama. Orang yang seperti ini hanya menginginkan simpati dan dukungan, namun nggak mau mencari solusinya. Kerjaannya hanya mengeluh dan terus mengeluh. Ini berarti masih berkaitan dengan ciri toxic sebelumnya, yaitu playing victim.

Pos terkait