Dari Ghosting sampai Curving, Yuk Kenalan dengan Istilah Perkencanan Zaman Now

  • Bagikan
repeller.com

Seseorang bisa diduga melakukan soft-ghosting jika dia kerap memberikan like pada pesan terakhir orang yang sedang melakukan pendekatan dengannya, namun tidak benar-benar membalas pesan tersebut. Membalas komentar Anda di unggahan jejaring sosialnya dengan like, tapi tidak disertai reply? Tindakan ini juga termsuk bentuk soft-ghosting.

Jika dinilai kadar sadisnya, mungkin soft-ghosting masih lebih mendingan daripada ghosting di mana si dia langsung memutuskan kontak sama sekali. Walaupun begitu, soft-ghosting malah lebih berpotensi bikin galau. Pasalnya si korban jadi ragu apakah si dia sedang mengisyaratkan tidak adanya ketertarikan. Adakah makna lain di balik love dan like yang tak berbuntut reply ini?

8.Haunting

Sudah jadi hantu (ghost), masih juga bikin hidup tak tenang dengan like, mengintip story, atau follow jejaring sosial lagi. Ini yang namanya haunting alias ‘menghantui’ setelah ghosting.

9.Zombie-ing

Setelah ghosting, si dia tiba-tiba haunting dan kini malah sok akrab lagi seolah tak pernah menghilang. Macam mayat yang tiba-tiba hidup kembali. Pantas kalau disebut zombie-ing. Ada juga yang menyebutnya submarine-ing, seperti kapal selam yang muncul kembali ke permukaan air.

10.Benching

Benching ini masih ‘bersaudara’ dengan cookie-jarring dan cushioning, hanya lebih kejam. Pasalnya, si pelaku membiarkan seseorang yang menyukainya terus berharap dan bertanya-tanya dengan perhatian yang cuma dia berikan sekali waktu.

Padahal dia tak pernah tertarik pada orang tersebut dan mungkin sudah punya pacar tetap. Bahkan jika sampai putus, orang itu pun tak akan ‘naik kasta’ menjadi pacar baru.

Tugasnya hanya menjadi pemain yang dibiarkan duduk di bangku cadangan (bench) selamanya. Selalu diberi harapan, tapi tak pernah diturunkan ke lapangan. Beberapa orang memang suka ‘memelihara’ penggemar sekadar untuk memuaskan ego mereka.

11.Cuffing Season

Bayangkan saat udara dingin dan tiba-tiba kamu jadi merindukan selimut tebal nan hangat yang biasanya hanya disimpan di lemari. Pelaku cuffing season juga begitu. Biasanya mereka tiba-tiba ngotot mencari pasangan bukan karena ingin menjalin komitmen, hanya terdorong rasa ingin mengobati kesepian.

Pelukan hangat memang terasa menggoda saat hati sedang hampa, kan? Mau bicara komitmen? Itu lain cerita. Kalau hati sudah lega, selimut bisa masuk lemari lagi.

12.Breadcrumbing

Bread-crumbing merujuk pada remah roti yang sengaja dijatuhkan untuk menarik minat mangsa. Seperti halnya si dia yang sengaja meninggalkan jejak-jejak kecil berupa perhatian sekadarnya untuk membuat kita terus berharap. Beda dengan benching, breadcrumbing biasa dilakukan oleh seseorang saat sudah kehilangan minat kepada pasangannya, namun tak ingin kehilangan ‘penggemar’ dan pemujaan gratis.

13.Curving

Curving atau disebut juga swerving memang terlihat kejam di awal, namun ini adalah tindakan yang paling fair jika dibandingkan dengan ghosting, benching, dan lain-lain yang disebutkan sebelumnya. Curving berarti menolak dengan tegaspendekatan dari seseorang saat kita merasa tidak dapat menumbuhkan ketertarikan kepada orang itu. Penolakan bisa dilakukan sejak awal atau setelah melakukan penjajakan. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version