KEKER.FAJAR.CO.ID – Hallow Sobat KeKeR, Ramadan tahun ini menjadi momen istimewa bagi banyak umat Muslim, termasuk para remaja yang aktif berkontribusi dalam kegiatan masjid.
Rifa Nur Faizah dari MA Syekh Yusuf, tahun ini mendapat kepercayaan sebagai panitia masjid sekaligus bagian dari Ikatan Pemuda Remaja Masjid Aksya.
“Tahun ini saya tidak hanya sekadar datang, salat, dan pulang. Saya terlibat langsung sebagai panitia, mengurus berbagai kegiatan mulai dari menjadi protokol, memastikan dokumentasi berjalan lancar, hingga membantu jalannya acara di masjid,” ungkap Rifa.
Peran yang dijalankannya ini membawa banyak pelajaran berharga. Ia harus menghadapi dinamika lapangan, menyesuaikan diri dengan kondisi yang terus berubah, serta menjaga profesionalisme di tengah antusiasme jamaah.
Dari situ ia belajar bahwa ibadah tidak hanya sebatas hubungan pribadi dengan Allah, tetapi juga tentang bagaimana memberi manfaat bagi orang lain.
“Ramadan kali ini mengajarkan saya tentang tanggung jawab, kepemimpinan, serta pentingnya kebersamaan dalam menjalankan suatu amanah. Saya juga dipertemukan dengan orang-orang hebat yang memiliki semangat yang sama,” tambahnya.
Suasana masjid tahun ini terasa lebih hidup dan penuh semangat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejak malam pertama, saf-saf salat langsung terisi penuh.
Jamaah datang dengan wajah penuh semangat, ada yang khusyuk beribadah, ada yang berseri-seri karena kembali merasakan kebersamaan, hingga anak-anak kecil yang berlarian di halaman masjid, menambah kehangatan suasana.
“Saya merasa sangat tenang dan bersyukur bisa menjalankan salat tarawih di bulan Ramadan. Ini momen berharga di mana saya bisa lebih dekat dengan Allah,” ujar Am Ichlas Nur Arsy dari SMK-SMAK Makassar.
Kekompakan jamaah juga menjadi hal yang berkesan bagi banyak orang. Menurut Ichlas, bacaan imam yang merdu dan makna ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca semakin menguatkan rasa ketenangan dan koneksi spiritual.
Di tengah kekhusyukan ibadah, tak jarang juga terjadi momen-momen lucu yang membuat jamaah harus menahan tawa. Zakiyah dari MAN 1 Bone berbagi kisahnya tentang kejadian unik saat tarawih.
“Saat suasana hening dalam salat, tiba-tiba ada suara kentut yang cukup keras. Yang bikin saya hampir tidak bisa menahan tawa, itu ternyata sepupu saya sendiri!,” ucapnya.
Para remaja berharap agar semangat beribadah ini terus terjaga, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya.
“Semoga saya bisa rajin pergi salat tarawih tiap malam. Meski hujan deras sekalipun, saya akan tetap berusaha datang dengan payung. Kecuali jika sedang halangan,” bebernya. \
Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Gazali Barru, Dr. Muhaemin, S.Sy., M.Sos, menjelaskan, salat tarawih memiliki makna utama sebagai bentuk ibadah tambahan di bulan Ramadan.
“Tarawih adalah kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, menghapus dosa-dosa, serta menjaga kesadaran spiritual agar tetap konsisten dalam menjalankan salat di luar bulan Ramadan,” ujarnya.
Menjaga kekhusyukan dan konsistensi dalam melaksanakan Tarawih bukanlah hal yang mudah. Muhaemin menyarankan beberapa cara agar umat Muslim tetap istiqamah dalam menjalankannya, seperti memiliki niat yang tulus, memahami tujuan salat tarawih, serta bergaul dengan orang-orang yang juga rajin melaksanakannya.
“Lingkungan yang positif sangat memengaruhi semangat dalam beribadah. Hindari hal-hal yang dapat membuat malas, dan mintalah pertolongan Allah agar tetap diberi kekuatan untuk istiqamah,” tambahnya.
“Keutamaannya bukan hanya terletak pada pahala yang berlipat ganda, tetapi juga pada manfaat spiritualnya, seperti membersihkan hati, memperkuat iman, serta menumbuhkan kedamaian dalam diri,” jelasnya.
Tarawih juga berperan dalam membangun kebersamaan di lingkungan masyarakat. Dengan berkumpul di masjid dan melaksanakan salat secara berjamaah, umat Muslim dapat mempererat hubungan persaudaraan serta meningkatkan rasa kepedulian sosial.
Khusus bagi generasi muda, ia berpesan agar mereka memanfaatkan momen Ramadan ini sebaik mungkin. “Sadarkan diri bahwa kalian adalah pemuda Muslim. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tarawih adalah bentuk latihan disiplin spiritual, dan belum tentu kita diberikan kesempatan yang sama di tahun depan,” tuturnya.
10 Cara Supaya Ibadah Tarawih Kamu Nyaman
1.Niat dan Motivasi Kuat
Ingat bahwa tarawih adalah ibadah khusus di bulan Ramadan, jadi tanamkan niat untuk menjalankannya dengan ikhlas.
2.Datang Lebih Awal
Agar bisa mendapatkan tempat yang nyaman dan tidak terburu-buru saat salat.
3.Gunakan Pakaian Nyaman
Pilih pakaian yang adem dan sopan supaya lebih fokus saat beribadah.
4.Hindari Makan Berlebihan
Makan secukupnya saat berbuka agar tidak mengantuk atau merasa berat saat tarawih.
5.Bawa Perlengkapan Pribadi
Seperti sajadah, mukena, atau peci agar lebih nyaman saat beribadah.
6.Ajak Keluarga atau Teman
Teman bisa jadi motivasi agar lebih semangat menjalani tarawih bersama.
7.Fokus dan Khusyuk
Hindari berbicara atau bermain ponsel agar bisa lebih meresapi ibadah.
8.Jaga Kebersihan
Pastikan barang bawaan tersimpan dengan baik agar tidak hilang.
9.Istirahat Cukup
Tidur lebih awal supaya tetap bugar untuk menjalankan tarawih keesokan harinya.
10.Nikmati dan Syukuri
Momen Tarawih
Karena ini hanya ada di bulan Ramadan, jadikan sebagai momen mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat kebersamaan.