Remaja dan Overthinking: Cara Mengatasi Pikiran Berlebihan agar Tidak Stres

  • Bagikan

KEKER.FAJAR.CO.ID – Pernah merasa kepikiran terus-menerus tentang suatu hal, bahkan hingga sulit tidur? Jika iya, kamu mungkin sedang mengalami overthinking atau berpikir berlebihan. Fenomena ini sering dialami remaja, terutama ketika menghadapi ujian, pergaulan sosial, atau tekanan dari media sosial. Jika dibiarkan, overthinking bisa menyebabkan stres, cemas, bahkan menurunkan rasa percaya diri.

Menurut psikolog remaja, Dr. Indah Permatasari, overthinking terjadi ketika seseorang terlalu banyak menganalisis suatu masalah, bahkan hal kecil, hingga merasa cemas berlebihan. “Overthinking dapat membuat seseorang sulit mengambil keputusan, merasa takut akan masa depan, dan sering menyalahkan diri sendiri atas hal yang belum tentu terjadi,” ujarnya.

Mengapa Remaja Rentan Mengalami Overthinking?
Masa remaja adalah fase di mana seseorang mulai membentuk identitas diri dan menghadapi berbagai tantangan hidup. Beberapa faktor yang bisa memicu overthinking di kalangan remaja antara lain:

  1. Tekanan Akademik
    Tugas sekolah, ujian, dan harapan dari orang tua bisa membuat remaja terus memikirkan hasil akademiknya hingga mengalami kecemasan.
  2. Media Sosial
    Banyak remaja yang membandingkan dirinya dengan orang lain di media sosial, merasa kurang sempurna, atau takut ketinggalan tren (FOMO – Fear of Missing Out).
  3. Masalah Pergaulan
    Takut dikucilkan, salah berbicara, atau tidak diterima oleh teman sebaya bisa membuat remaja berpikir berlebihan tentang bagaimana orang lain memandang mereka.
  4. Ketidakpastian Masa Depan
    Banyak remaja yang khawatir tentang karier, kuliah, atau kehidupan setelah sekolah, sehingga terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk.

Cara Mengatasi Overthinking agar Tidak Stres

  1. Sadari Pola Pikir Berlebihan
    Langkah pertama adalah menyadari kapan kamu mulai berpikir terlalu banyak. Jika kamu merasa cemas terus-menerus dan sulit fokus pada aktivitas lain, coba berhenti sejenak dan evaluasi pikiranmu.
  2. Alihkan Perhatian dengan Kegiatan Positif
    Lakukan aktivitas yang bisa mengalihkan pikiran negatif, seperti menulis jurnal, menggambar, berolahraga, atau bermain musik.
  3. Kurangi Penggunaan Media Sosial
    Terlalu banyak scrolling di media sosial bisa membuatmu membandingkan diri dengan orang lain. Batasi waktu penggunaan media sosial agar tidak menambah beban pikiran.
  4. Latih Teknik Relaksasi
    Coba teknik pernapasan dalam, meditasi, atau mendengarkan musik yang menenangkan untuk mengurangi stres akibat overthinking.
  5. Berbagi dengan Orang Terpercaya
    Jangan memendam pikiran sendiri. Bicarakan dengan sahabat, keluarga, atau guru BK di sekolah. Kadang, berbicara bisa membuatmu merasa lebih lega.
  6. Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan
    Daripada terus memikirkan hal yang belum terjadi atau di luar kendalimu, fokuslah pada tindakan nyata yang bisa kamu lakukan sekarang.
  7. Cari Bantuan Profesional Jika Diperlukan
    Jika overthinking sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog atau konselor untuk mendapatkan solusi terbaik.
  • Bagikan