Hobi Ungkap Kekesalan di Medsos, Bahaya Lho!

  • Whatsapp
www.strunkmedia.com

KEKER.FAJAR.CO.ID – Berkembangnya teknologi saat ini, ternyata turut mempengaruhi perubahan kebiasaan kita dalam berbagai persoalan. Salah satunya adalah bagaimana kita mengekspresikan kekesalan terhadap sesuatu atau seseorang lainnya.

Jika dulu kita terbiasa melakukan secara langsung alias tatap muka, namun sekarang lebih sering melakukannya lewat status yang ada di media sosial.

Bacaan Lainnya

Lihat saja, hampir setiap hari kita bisa dengan mudahnya menemukan orang-orang yang berantem lewat media sosial karena permasalahan yang mungkin hanya sepele.

Mulai dari status WhatsApp, Instagram, Line, Twitter, hingga Facebook, tak jarang kita melihat orang mengungkapkan kekesalannya dengan tujuan agar pihak yang dimaksud dapat membacanya dan akhirnya merasa bersalah.

Tapi ternyata, kebiasaan baru ini, menimbulkan beberapa permasalahan lagi lho. Dampak negatif dari kebiasaan sindir menyindir lewat media sosial yang paling sering terjadi adalah adanya salah paham.

Padahal niatnya mau menyindir temen kelas yang kalau kerja kelompok suka cari-cari alasan agar tidak dapat bagian dan hanya mau terima beres, tapi ternyata yang ikutan tersindir adalah teman kerja kelompok sebelumnya atau teman kelompok dari organisasi karena merasa relate banget.

Meskipun sebenarnya kamu saat itu nggak bermasalah dengan temen organisasi tersebut, tapi karena status yang kamu tulis di media sosial kasusnya sama, bisa jadi bagi orang lain itu multi tafsir.

Gimana kalau udah salah paham kayak gini? Kebayang kan gimana rumitnya hubunganmu dengan teman organisasi jika tiba-tiba berantem cuma karena perkara salah paham yang sebenarnya nggak ada sangkut pautnya dengan dirinya.

Jangan sampai deh! Perkara selanjutnya yang bakal muncul ketika kamu sering melakukan sindir-menyindir lewat media sosial adalah terciptanya image buruk dan pengecut karena nggak berani mengungkapkan kekesalan secara langsung dengan pihak yang dimaksud.

Gak mau kan kalau misalnya branding image-mu mendadak jadi buruk di mata temen organisasi cuma karena sering nulis status di media sosial yang gak jelas dan marah-marah.

Permasalahan yang ada malah semakin runyam, karena masalah yang mungkin sebenarnya bisa selesai dengan bertemu secara langsung tapi makin berlarut-larut karena cuma sindir-sindiran. Emosi itu wajar kok, entah itu marah, kecewa, kesal, sedih, atau bahagia sekalipun.

Tapi coba Sobat KeKeR mulai sekarang dibiasakan jika kamu punya masalah dengan seseorang yang sekiranya itu penting banget buat dibahas, usahakan jangan mengungkapkan kekesalanmu melalui media sosial.
Jadilah orang yang bertanggung jawab kapanpun dan di manapun.

Sekalipun memang kamu sedang marah, tapi alangkah baiknya jika kamu menyelesaikannya dengan bertatap muka. Yakin deh, meski bakal melewati fase yang sedikit lebih keras, tapi setidaknya masalahmu bakal cepat selesai.

Ingat, ada banyak orang yang merasa dirinya jadi lebih panas karena disindir melalui media sosial, jadi SoKeR berhati-hati aja yah!(*)

Pos terkait