Termasuk Bully, Jangan Pakai Jokes ini

  • Whatsapp
Photo by Mei Hardianti

KEKER.FAJAR.CO.ID – Guys, terbukti lho kalau efek dari bully jelek banget. Gak jarang, korban bully mengalami depresi dan mengakhiri diri sendiri. Sayangnya dalam kehidupan sehari-hari, bully seringkali tersamarkan dalam bentuk canda.

Niatnya melucu, tapi menjurus pada candaan yang menyakiti. Bila diprotes, alasannya “kan cuma bercanda”. Bahkan kalau seseorang tersinggung karena candaan dianggapnya baper dan kurang piknik.

Bacaan Lainnya

Canda-canda yang menjurus ke bully ini seringnya gak disadari. Tapi daripada tanpa sadar menyakiti, sebaiknya kamu mulai berpikir dua kali sebelum mengeluarkan jokes ini yah SoKeR. Yuk disimak!

1.”Pantesan pelit, Cina sih”

Orang yang kurang memahami keberagaman sering menganggap enteng pemberian label pada seseorang berdasarkan identitasnya dengan niat untuk melecehkan. Meski kamu mungkin niatnya bercanda, tapi canda yang berbau sara ini sebaiknya dihindari yah.

2.“Udah pendek, item, keriting, hidup lagi. Duh”

Fisik adalah persoalan sensitif, dan bercanda soal fisik jelas nggak asik
Banyak cara untuk membuat orang tertawa, tanpa perlu harus menghina. Menggunkan fisik sebagai jokea adalah persoalan sensitif, dan bercanda soal fisik jelas nggak asik. Hal-hal seperti ini sering tidak kita sadari. Apa yang menurut kita lucu, ternyata musuh bagi orang lain.

3.“Itu badan apa tong sih? Bulet bener”

Bagimu mungkin itu ungkapan sekadar untuk menghidupkan suasana. Tapi mungkin kamu nggak tahu bagaimana dia berusaha keras diet untuk menurunkan berat badan. Kamu mungkin nggak tahu bahwa persoalan berat badan itu membuatnya stres dan tertekan. Dengan menggunakan berat badannya sebagai bahan bercandaan, kamu mungkin nggak pernah tahu bahwa itu menyakitinya. Jangan sampai yah SoKeR!

4.“Lain kali bilang dong kalau telat. Kasihan nih si Ayu. Daripada nungguin, bisa nyari pacar dulu kali”

Menyindir-nyindir kesalahan teman di muka umum, juga sudah termasuk bully juga. Ketika seseorang melakukan kesalahan, meskipun itu teman sendiri, sudah sewajarnya kamu memberinya teguran. Selain menyadarkan bahwa dia salah, juga sebagai masukan untuk dirinya juga. Namun menegur di depan umum, meskipun itu dengan nada menyindir ataupun humor sarkas, itu sudah termasuk bully, ada baiknya dilakukan secara privat. Kritik yang kamu berikan lebih tepat sasaran, tanpa ada yang merasa dipermalukan.

5.“Ya elah gitu aja nggak bisa. Balik aja jadi anak TK!”

Kemampuan orang berbeda-beda. Apa yang mudah bagimu, belum tentu mudah untuk orang lain. Sama saja, apa yang bagimu begitu sulitnya, mungkin bagi orang lain hanya piece of cake. Tapi daripada menghina kemampuannya, meski dalam nada bercanda, bukanlah lebih baik disemangati?

6.“Jadi laki cengeng amat. Mending lo pake rok aja deh. Lebih cocok!” dan “Masa’ sih cewek? Kok rambutnya pendek gitu?”

Joke senada dengan kalimat di atas, mem-bully dua hal. Pertama, yang di-bully adalah kecengengan seorang pria. Daya tahan setiap orang berbeda-beda. Lagipula, meskipun cengeng atau sensitif, nggak bikin cowok jadi kurang cowok kok. Joke kedua ini adalah meragukan jenis kelamin seseorang. Mungkin karena orang yang dibercandai berpenampilan seperti laki-laki, lebih punya banyak teman laki-laki, ataupun bertingkah seperti laki-laki. Apakah benar dia cowok atau cewek harus dibuktikan dengan panjang tidaknya rambut.

7.Toyor-toyor Kepala atau Jokes Fisik Lainnya

Meski menoyor kepala sering terlihat cute saat dilakukan oleh sepasang kekasih, tapi nggak selamanya toyor kepala menjadi tanda romantis dan kasih sayang. Seremeh apapun, itu tetap melecehkan dan kurang sopan. Apalagi kalau nggak benar-benar akrab. Meski kamu nggak berniat melukai atau melakukan kekerasan fisik, bisa saja dia nggak suka dipegang-pegang kepala atau tubuhnya bukan?

Sesuatu yang kita anggap lucu belum tentu lucu juga untuk orang lain. Karena bully bisa bersembunyi dalam candaan, bukan karena dia kurang piknik dan kita yang selalu santai. Tapi memang persepsi masing-masing orang berbeda. Menjaga perasaan orang lain toh nggak ada salahnya yah, jangan sampai dari Jokes SoKeR boomerang bagi orang lain!(*)

Pos terkait