Bucin Idola Ada Batasnya!!

  • Whatsapp
Photo by Muizzu Khaidir

KEKER.FAJAR.CO.ID – Berbicara tentang fans atau penggemar, semua orang punya alasan dalam memilihnya. Tapi kalau berlebihan alias fanatik juga nggak sehat lho!

Mengidolakan boyband atau girlband memang boleh-boleh saja, namun perlu ada batasan tersendiri agar tidak terlalu berlebihan. Pengendalian diri tetap diperlukan, termasuk mengidolakan orang lain secara berlebihan alias bucin (budak cinta) dapat berujung buruk untuk diri sendiri atau orang lain.

Bacaan Lainnya

Suka K-pop sejak 2019 lalu, Siswi SMK Pratidina Makassar, Nurfiana Amir mengatakan, sangat menyukai BTS hingga mengoleksi beberapa poster, booknote, photo card dan bajunya. Bahkan, selama pandemi ia sering nonton konser virtualnya.

Meski demikian, cewek yang hobi menulis ini mengaku tak membuang-buang uang. “Banyak penggemar di luar sana lebih banyak mengeluarkan uang,”katanya.

Yang awalnya tidak suka hal yang berbau korea, Siswa SMAN 1 Makassar, Tasya Tomba jadi tertarik dengan lifestyle, lagu, hingga drama saat kelas 8 karena pengaruh dari sosial media dan lingkungan sekitarnya.

“Sampai sekarang bahasanya itu suka kupakai kalau sama teman, untuk koleksi merchandise baru satu yaitu poster BTS karena suka sekali sama boyband ini dan sering nonton konser virtualnya,” beber cewek yang hobi masak ini.

Mengidolakan boyband BTS sejak enam tahun yang lalu, Adinda Maharani awalnya biasa saja tapi setelah nonton konser sang idola mengharuskan dirinya mengoleksi merchandise hingga belasan mulai dari album, lightstick, spanduk, boneka, baju tour hingga kipas Suga.

“Dulu pas pertama jatuh cinta sama BTS, betul-betul tidak saya toleransi orang yang hina BTS, karena saya anggap BTS itu bagus dan jangan hinaki. Karena hina BTS sama dengan hina saya, tapi seiring berjalannya waktu setelah mulaima sadar kalau ini tidak baik untuk saya,” beber Ketos SMA Islam Athirah 2 Bukit Baruga.

Dosen Psikolog Unibos, Sulasmi Sudirman SPsi MA menuturkan bahwa, fanatisme umumnya sering terjadi pada remaja yang menggandrungi musik K-pop. Kesenangan ini sebagai kondisi psikologis yang terus menerus dicari dan dihadirkan dalam diri remaja. Para remaja menikmati apa yang tampak, baik stage performance, gosip artis, unggahan sang idola di sosial media.

Ami sapaannya, mengatakan dari kesenangan itu remaja cenderung membela apapun yang terjadi pada sang idola. “Fanastisme ini lebih berbahaya jika remaja mengindentifikasikan dirinya kepada sang idola, hal ini dapat mengakibatkan kontrol diri yang lemah, kondisi emosi yang labil, dan perilaku agresif,” tutup Ami.

So guys, suka terhadap sesuatu itu ada batasnya dan perlu pengendalian diri!!(*)

Pos terkait