[Cerpen] Menggapai Asa

  • Whatsapp
photo source : Dok.Pribadi/Marsyita Azzahra

KEKER.FAJAR.CO.ID – Rumahnya sederhana, namun ia dikelilingi keluarga yang penuh cinta kasih. Begitulah Elofy Shiren Sunandar selalu mejalani harinya. Perempuan 17 tahun yang kerap disapa Ofy ini juga cantik, pintar, dan penuh sopan santun kepada semua orang. Tak heran banyak yang menyukainya.

Ofy bersekolah di SMA SURYA BAKTI. Ia kerap terlihat bersama dua sahabatnya, Rina yang selalu mementingkan penampilan dan sangat aktif bersosial media, dan Feby adalah yang tomboy.

Bacaan Lainnya

Hari ini, hari pertama mereka bertiga di kelas XII di SMA SURYA BAKTI.

Setelah dua tahun mereka lewati dengan hasil memuaskan dan usaha yang cukup besar. Tahun ini mereka akan menunggu detik-detik Ujian Nasional, semua siswa kelas XII berkumpul di depan papan pengumuman untuk melihat hasil rolling kelas mereka yang mungkin akan sangat berbeda dari kelas XI.

Ofy, Rina, dan Feby tidak ingin berdesak desakan untuk melihat nama mereka. Ketiganya lebih memilih untuk menunggu semua siswa meninggalkan papan pengumuman tersebut, barulah mereka mencari nama mereka masing-masing. Dan ternyata nama mereka berada di kelas yang sama, XII MIPA 2.

“Akhirnya kita bisa sekelas yah,” seru Rina kepada Ofy dan Feby.

“Sudah lama aku tunggu kita bisa sekelas,” jawab Ofy.

“Ya sudah, mending kita ke kelas pilih bangku yang saling berdekatan,” ajak Feby kepada dua sahabatnya.

Setelah mereka memilih tempat duduk, seperti biasa, ketika ada waktu luang, mereka lebih memilih untuk ke perpustakaan membaca buku apa saja yang ada di sana, tapi ketika mereka hampir sampai…

“Aduh…,”Ofy merintih kesakitan.

“Eh maaf, maaf, gak sengaja, soalnya aku buru-buru mau ambil buku biologi,” katanya dengan terburu-buru.

“Hmm, gak papa, udah ribuan kali lo nyenggol gue dan ribuan kali lo minta maaf.” jawab Ofy sinis.

Kok ngegas? Kan gak sengaja,” katanya lagi.

“Makanya, mata gunain untuk melihat, kaki, gunain untuk jalan dengan benar,” ketusnya sebelum meninggalkan pria itu ke dalam perpustakaan.
“Fy, dari mana kamu? Kok baru masuk?” panggil Feby.

“Biasa… Azka nyenggol aku lagi,” jawab Ofy.

“Hahahaha lagi-lagi orang dingin itu,” tawa Rina meledak.

Ya, Azka Surya Purnama namanya, musuh Ofy selama setahun sekaligus saingan Ofy menjadi siswa/i terbaik di SMA.

“Emang lucu?” jawab Ofy.

“Yah lucu lah, kok bisa yah, tiap kita ke perpustakaan pasti kamu disenggol sama sih cogan dan pintar itu. Apakah kamu akan berjodoh?” Kata Rina di sela-sela ketawanya.

“GAK LUCU!!!”marah Ofy meledak.

“Sabar fy, mungkin emang kalian jodoh kali yah?” sangga Feby.

Setelah Rina dan Feby puas menjahili Ofy, mereka akhirnya duduk dengan tenang sambil memegang buku masing-masing. Dan telah satu jam mereka duduk dan membaca, tiba-tiba Azka datang dengan membawa tumpukan buku dan duduk diantara Ofy dan Feby.

“Emang gak ada tempat duduk yang lain yah?”Tanya Ofy dengan nada tinggi.

“Iya.” jawab Azka dengan datar.

“Pindah gak!!!”usir Ofy dengan nada tinggi tanpa menyadari bahwa ia berada dalam perpustakaan.

“Gak, kan gue udah bilang, gak ada tempat kosong!!!” jawab Azka dengan nada setingkat dengan Ofy.

“ELOFY! AZKA! Kalian bisa diam? Ini perpustakaan, bukan lapangan!” tegur sang pengawas perpustakaan kepada Ofy dan Azka.

“Bisa bu” jawab Ofy dan Azka bersamaan dengan kepala tunduk.

“Lebih baik kalian liat pamflet di dinding itu.”suruh sang pengawas kepada mereka berdua.

Dengan cepat mereka berdua berdiri dan melihat pamflet tersebut, dan ternyata isi pamflet tersebut adalah BAO (Bussinnes Administrasi Olympic) yang akan dilaksanakan pada dua bulan depan dan mereka juga sangat tertarik untuk mengikutinya karena Ofy dan Azka sangat ingin menjadi pebisnis, walaupun jurusan mereka kurang mendukung cita-cita mereka.

Dua bulan telah berlalu, Ofy dan Azka tak lama lagi akan mengikuti BAO. Selama dua ulan ini mereka sangat tekun belajar, hampir setiap hari mereka terlihat di perpustakaan setiap jam istirahat. Semakin hari Ofy dan Azka semakin dekat karena Olympic ini, bahkan pulangpun Azka selalu mengantar Ofy.

“Gak kerasa yah, besok kita akan kumpul formulir” kata Azka dengan raut wajah yang senang.

“Semoga perjuangan kita menghasilkan yang terbaik” jawab Ofy penuh cemas.

“Cieee sekarang udah tambah deket” teriak Feby dari kejauhan.

Sesampainya di rumah, Ofy bukannya ganti baju, tapi Ofy langsung menghampiri orang tuanya untuk meminta izin. Hanya saja, Ibu dan Ayahnya tidak bisa mengizinkan Ofy mengikuti BAO. Keuangan mereka memang sedang tidak baik, dan untuk membayar administrasi sebesar Rp. 350.000 sangatlah berat bagi mereka. Setiba Ofy di kelas, ternyata Azka telah menunggu Ofy sedari tadi.

“Bagaimana fy?”Tanya Azka dengan senyum mengembang.
“Maaf Azka, aku tidak bisa ikut BAO.” Jawab Ofy dengan lesu.
“Kenapa?”Tanya Azka penasaran dan bingung melihat jawaban dan keadaan Ofy.

Dengan mata lebam, keadaan lesu, Ofy menceritakan semua yang telah terjadi ketika Ofy meminta izin kepada orang tuanya. Dan Azka sekarang sudah tahu apa yang telah terjadi pada Ofy, kemudian dengan cepatnya ia meninggalkan Ofy dan menghampiri Ayahnya yang seorang pemilik sekolah. Tanpa pikir panjang, Azka langsung saja menarik tangan Ofy dan membawanya ke UNIVERSITAS MALANG, tempat BAO dilaksanakan.

“Di mana kamu dapatkan uang untuk membayarkan administrasiku?” Tanya Ofy bingung dan tak menyangka.

“Ayahku yang membayarkanmu, dan dia tak ingin kamu berbalas budi kepadanya, karena kamu yang telah membuat sekolah kita dikenal sekolah lain dengan olimpiade yang selama ini kau ikuti,” jelas Azka dengan senyum yang semakin terkembang.

Tiba di hari yang sangat menegangkan, Ofy dan Azka yang telah di ruangan melaksanakan BAO. Tiga jam telah berlalu, matahari kini sudah pada puncaknya. Salah satu panitia mendekati papan pengumuman tersebut, dengan membawa kertas di tangannya. Semua orang menunggu dengan hati yang penasaran, dan betul saja itu adalah pengumuman hasil BAO.
Azka berada pada nomor dua yang telah pasti akan di terima di Universitas Malang bidang business, ketika mata Ofy melihat nomor satu, ternyata nama yang tertuliskan adalah Elofy Shiren Sunandar, yah benar, itu adalah namanya, ternyata Ofy bisa mendapatkan yang ia harapkan dan impikan selama ini.

Hari demi hari telah berlalu menjadi saksi kesuksesan Azka dan Ofy yang sekarang telah menjadi pebisnis yang sukses di Indonesia. Sekarang mereka telah menjadi sebuah pasangan sukses sejak Azka melamar Ofy di taman UNIVERSITAS MALANG. (*)

Marsyita Azzahra

Makassar, 18 September 2002

SMAN 12 Makassar XII IPS 1

IG @Marsyitazahra

Pos terkait