Tegas dalam Hubungan, Jangan Sampai Kamu Merasakan Friendzone yang Berakhir Zonk

  • Whatsapp
Photo by Muizzu Khaidir

KEKER.FAJAR.CO.ID – Holaaaaaa, kali ini KeKeR akan bahas seputar friendzone nih gaisss. Yup, friendzone alias hubungan pertemanan yang berujung rasa suka ini ternyata banyak terjadi di kalangan remaja.

Rasa suka terhadap seseorang memang tak bisa dihindari. Tapi pernahkah kalian suka sama teman kalian dan tidak pernah berani mengungkapkannya? Begitulah hubungan friendzone, tak sedikit yang akhirnya berakhir zonk.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dirasakan Siswa SMK Telkom Makassar, Arjuna Munir. Ia bilang sempat suka dengan salah satu temannya tapi tak pernah berani untuk mengungkapkan rasa sukanya itu. Rasa percaya diri yang kurang dan tidak mau merusak circle pertemanan adalah alasannya.

“Setiap ketemu sama dia selaluka paksa diriku untuk bersikap biasa saja supaya dia tidak curiga kalau saya suka sama dia. Tidak mauka kalau pada akhirnya pertemanku rusak hanya gara-gara rasa sukaku ini,” cuap cowok yang kerap disapa Juna itu.

Berbeda dengan Siswi SMK Katolik Cendrawasih, Orie Priscylla. Ia mengaku pernah sangat akrab dengan salah satu teman cowoknya dan kemudian si cowok menyimpan perasaan suka terhadap Orie. Doski bilang, pada saat itu, dia hanya pura-pura tidak tahu agar pertemanannya tidak rusak.

“Jadi temannya si cowok itu kasi tahu ke saya kalau si cowok suka sama saya. Tapi yah sayang banget kalau pertemanan yang sudah sangat dekat dirusak dengan hubungan yang lebih. Takutnya nanti putus dan kita jadi musuhan,” ungkap cewek yang hobi membaca itu.

Wah gaiss, memang berat yah rasanya kalau suka sama teman sendiri, rasanya jadi serba salah. Walaupun begitu, kalian harus tetap menghargai perasaan orang lain yah gaiss.

Psikolog Klinis, Kartika Cahyaningrum mengatakan bahwa, yang terpenting dalam suatu hubungan adalah komitmen. Jadi sebelum memulai suatu hubungan, ada baiknya jika semua pihak memberikan penegasan tentang hubungan mereka.

“Misalnya, seseorang bertemu dan ingin berteman, mereka sebelumnya harus membuat komitmen bahwa mereka hanya berteman dan tidak akan lebih dari itu. Sehingga jika ada perhatian lebih di antara mereka, tidak menimbulkan rasa Ge-eR alias gede rasa. Kurang lebih seperti itulah cara agar kita bisa terhindar dari kata friendzone,” ungkapnya.

Perempuan yang hobi traveling ini juga bilang, seseorang yang terlanjut terjebak dalam friendzone biasanya tidak berani mengungkap perasaannya karena beberapa faktor, yaitu rasa percaya diri yang kurang, takut pertemanannya rusak, takut ditolak ataupun takut diterima hanya karena perasaan kasihan dan sebagainya. (*)

Pos terkait