Begini Penjelasan Mengapa Kamu Harus Menghindari Virtual Relationship

  • Whatsapp
Freepik

KEKER.FAJAR.CO.ID – What’s up guys, sekarang dapetin pacar gampang banget. Melalui media sosial dan dating apps, kamu udah bisa punya pasangan. Eitsss, tapi hati-hati guys, pacaran virtual berbahaya lho!!!

Banyak banget dampak yang bisa kamu rasakan ketika menjalani pacaran virtual. Seperti rentan penipuan, sulit memperoleh hubungan yang serius, mudah di-ghosting, risiko diselingkuhi, dan yang baru-baru viral, video tak senonoh yang disebarluaskan oleh sang pacar online, dan masih banyak lagi.

Bacaan Lainnya

Menjalin asmara lewat dunia maya memang nggak ada salahnya guys. But, jangan sampai hubungan kalian lewat jalur online lebih mendominasi ketimbang kontak secara langsung yah. Apalagi, kalau udah pacaran tapi belum pernah ketemu.

Siswi SMAN 11 Pinrang Faiqah Septyani Amanda mengaku pernah menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang ia kenal melalui media sosial. Karena merasa nyaman dengan kehadiran cowok tersebut, Faiqah pun setuju ketika diajak untuk berpacaran.

Hubungan yang dimulai Faiqah lewat jalur online tersebut baru terasa ketika pertemuan pertama kalinya setelah lima bulan berpacaran. Namun, menurut Faiqah apa yang dilihat dan dirasakannya lewat online jauh berbeda dengan apa yang ia lihat secara langsung. “Fisiknya ternyata beda dengan yang difoto. Sifatnya juga tidak selembut ketika virtual,” pungkas cewek yang hobi menyanyi itu.

Faiqah juga menambahkan, menjalin hubungan beberapa bulan melalui virtual justru membuatnya menjadi lebih sering overthinking bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun.

Pun dengan Siswi SMAS Makassar, Umira. Ia mengungkapkan bahwa bertemu pasangan lewat online adalah sesuatu yang sebaiknya dihindari ketika memang ingin menjalin hubungan yang serius. “Saya banyak dekat dengan orang lewat online tapi tidak ada yang cocok,” tuturnya.

Umira mengaku, sering dikecewakan oleh ekspektasinya yang terlalu tinggi. Doski selalu merasa cowok yang ia temui di dunia maya itu berbeda dengan realita baik fisik maupun sikapnya.

Pos terkait