[Cerpen] Mengapa Harus Berkhianat?

  • Bagikan

Namun tiba tiba langit yang cerah berubah menjadi kelabu dan menurunkan rintikan airnya. Nafilah masih saja berlari tanpa arah bersama hujan dengan air mata yang seakan seirama dengan rintikan air hujan.Dari kejauhan Bu Ana – guru BK melihat Nafilah yang berlari tanpa arah ,ia pun beranjak ke arah Nafilah untuk memayungi Nafilah,namun saat sampai didekat Nafilah,Nafilah langsung ambruk ke tanah. Bu Ana sangat kaget dan langsung membawa Nafilah ke rumah sakit.Di rumah sakit Nafilah langsung diperiksa dokter dan Bu Ana menghubungi orang tua Nafilah lalu memintanya datang ke rumah sakit. Cukup lama Bu Ana menunggu akhirnya orang tua Nafilah pun datang.“Nafilah kenapa bu?” tanya ayah Nafilah. Bu Ana pun menjelaskan kepada orangtua Nafilah yang sebenarnya.“Terima kasih Bu sudah memberitahu segalanya, kami janji kami akan lebih sayang dan perhatian kepada Nafilah,” ucap orang tua Nafilah.


1 minggu sudah Nafilah dirumah sakit dan hari ini ia sudah boleh pulang ke rumahnya. Tapi Nafilah tidak akan tinggal lagi di rumah lamanya. Dia akan tinggal di kampung halaman ayahnya karena urusan pekerjaan orangtuanya dan juga demi pemulihan kesehatannya. Saat ini hubungan orangtua Nafilah membaik, mereka mulai sayang dan perhatian dengan Nafilah. Nanti malam tepat pada jam 20.00 mereka akan berangkat. Mereka tidak perlu lagi mempersiapkan apa-apa, karena mereka memang sudah mempersiapkannya dari jauh jauh hari.“Ma, Pa sebelum pergi Nafilah minta tolong boleh tidak?” ucap Nafilah.“Iya, apa sayang?” ujar Rita, ibunya dengan lembut.“Nafilah minta tolong, beri surat ini kepada Natifah, anak sahabat mama. Tapi mama bilang ke Natifah nanti di baca jam 19.59,” ucap Nafilah lalu mengambil surat dari sakunya dan memberikan kepada mamanya.“Baik sayang, mama pergi sekarang yah.” Mama Nafilah pun pergi ke rumah Natifah untuk memberikan surat itu.


19.59.Natifah pun membaca surat dari NafilahDear NatifahHy Nat, apa kabar?. Langsung saja yah, aku tulis surat ini untuk kamu karena aku ingin PAMIT. Terima kasih karena sudah menjadi sahabatku,terima kasih atas segala waktu yang kamu berikan.Terima kasih sudah menemani keterpurukanku dan terima kasih juga atas luka yang kamu berikan. Sebenarnya aku kecewa Nat,tidak pernah terlintas dipikiranku kamu akan berkhianat, sebenarnya aku merasa sedih karena persahabatan kita berakhir dengan pengkhianatan tapi lupakan saja Nat. Aku ingin pergi bukan karena aku marah tapi aku hanya kecewa. Dan aku pergi bukan karena keinginanku tapi waktu dan keadaan yang membuatku harus pergi. Jangan pernah menghukum dirimu dengan apa yang sudah terjadi,jangan pernah merasa sangat bersalah karena kejadian saat itu,jika memang kamu merasa menyesal itu tidak apa apa. karena memang penyesalan selalu datang di akhir. Jaga dirimu baik baik. Semoga semesta bisa mempertemukan kita kembali dan bisa memperbaiki segalanya. Tepat pada jam 20.00 aku akan pergi dan pindah ke kampung halaman Papa bersama orang tuaku. Terima kasih atas segalanya, aku PERGI.

I LOVE YOU NATIFAH ASYILA

Nafilah Keyla

END

Dwi SyuhadaUPT SMA NEGERI 3 PAREPARE

  • Bagikan