Baca Cerpen Penghuni Kosan, Kisah Jojo dan Tempat Tinggal Barunya

  • Bagikan

Jojo selesai berbenah sejak dia selesai pindah kos, berawal dari tweetnya yang mengatakan dia mencari kosan murah tidak masalah jika itu angker dia hapal ayat kursi, seseorang menghubunginya dari direct message untuk mengenalkannya salah satu kosan murah di daerah kota. Jojo jelas tergiur, harganya murah lokasinya strategis pula.

Namun, Jojo jelas tidak mempermasalahkan mengapa harganya begitu jatuh dari pasaran dan kosan lainnya, dia senang dan berpikiran mungkin sang pemilik ingin bersedekah untuk kaum rantau seperti dirinya.

Jojo lalu mengambil box di atas nakas lalu dipindahkan ke bawah kasur, fasilitasnya lengkap dan kamarnya terasa nyaman. Dia percaya bahwa mungkin Tuhan sedang baik padanya alias seperti yang sering dikatakan orang, rejezi anak soleh.

Tidak lama usai dia berbenah kamarnya menyatakan bahwa dia resmi pindah ke kamar tersebut, perutnya berbunyi tertanda dia merasa lapar, Jojo pun mengambil sebungkus mi instan goreng dari dalam tas yang dia bawa untuk ke dapur umum di sebelah, tak jauh sih dari kamarnya hanya melewati beberapa petak. Maklum anak kosan pasti tidak jauh jauh dari yang namanya mi instan, namun hawa dingin mulai terasa ketika dia mulai sampai di dapur. Kosan ini sunyi, seperti tidak ada penghuni. Padahal, jojo tahu ada motor selain motornya di luar entah itu kamar sebelah atau kamar bagian mana.

Jojo mengambil gunting untuk membuka bungkus mie instannya, selagi menatap sekitar kosan dengan tembok dan dapur bersih, seperti bangunan baru atau memang mungkin baru karena arsitekturnya yang modern. Dia kembali memasak mie, namun di tengah-tengah kesibukannya, hawanya semakin mencekam begitu airnya mulai mendidih, lehernya merinding, bulu kuduknya naik. Entah mengapa seperti ada yang berbisik di telinganya, Jojo langsung berbalik ketika dirasa sebuah tangan meraba bahunya terasa sangat nyata. Dia begitu terkejut mendapati seseorang di belakang. “Lagi masak mi ya?”

“Iya bang, hehe, laper.”

Syukurlah, tidak seperti di pikiran Jojo, yang mendekatinya adalah manusia lain. Dia duduk di kursi meja makan selagi Jojo senyum senyum canggung. Awal perkenalan Jojo harusnya menyiapkan dialognya karena dia akan hidup berdampingan dengan lelaki ini di esok hingga nanti.

  • Bagikan