Merindu Sahabat dalam Cerpen Takdir

  • Bagikan
keker

KEKER.FAJAR.CO.ID – Ini hari pertamaku tanpa adanya dirimu di sampingku, entah mengapa segalanya terasa kosong sekarang. Sudah jelas bahwa aku merindukanmu. Dulunya aku selalu bersamamu, tetap kini kamu tidak ada di sampingku. Sekolah bahkan terasa tidak menyenangkan bahkan tidak seseru seperti dulu semenjak kepergian dirimu.

Dulu kita selalu bercerita dan bermain di kelas. Namun, sekarang bangku di sampingku hanya terlantar kosong. Hanya terpampang beberapa tangkai bunga yang amat indah di atas mejamu. Aku yang dulunya selalu menantikan jam istirahat, kini ingin itu cepat berlalu. Tidak ada kata yang dapat menjelaskan perasaan diriku sekarang

“Akankah perasaan ini terus kurasakan ataukah ini hanya bersifat sementara?”

“Aku sungguh ingin agar kau tidak pergi, tetapi apa yang bisa kau lakukan, semua tidak dalam genggamanku. Apakah ini takdir yang di tetapkan untuk kita?”

Ketika berjalan menyusuri lorong aku kembali mengingat memori kita bersama. Dulu kita sering berlomba menuju kelas saat setelah dari kantin. Mengingat kenangan itu, membuatku tersenyum. Aku sedikit tertawa setiap mengingat kenangan akan tingkah jahilmu. Entah mengapa itu sedikit mengobati perasaanku ini. Namun, tetap saja aku masih merasa hari ini ialah hari di mana semua terasa memuakkan.

Cuaca hari ini sepertinya tidak mendukung ku untuk merasa sedih seperti ini. Sinar mentari menyelimuti segala tempat. Sinar cahayanya yang sangat indah mengingatkanku pada hari di mana kita bertemu. Hari itu aku hanyalah anak baru di sekolah ini. Lingkungan asing di mana tidak ada satupun orang yang kukenali. Wajah-wajah asing nan baru membuatku gugup untuk berbaur dengan keramaian ini. Tetapi, kamu datang dan menyapaku.

  • Bagikan