­­­­­­­Cerpen Malam Ganda, Misteri Pembunuhan yang Menyeret Mahasiswa Baru

  • Bagikan

“Kamu cium bau tidak?” kata Bruce.

“Iya. Kenapa?” kata Jake.

“Bau apa itu?” tanya Bruce.

“Saya juga tidak tau, sudah beberapa hari lalu saya menciumnya, tapi tidak tau dari mana asalnya” jawab Jake.

Setelah itu Jake langsung masuk ke kamarnya, sedangkan kakaknya duduk di sofa untuk menonton film di ponselnya.

Pada tengah malam, tiba-tiba Jake keluar dari kamarnya dengan wajah datar, saat dia melihat si Bruce yang masih menonton filmnya, raut mukanya seketika berubah, tersenyum, seperti merencanakan sesuatu. Si Jake langsung pergi ke dapur, tanpa pengetahuan kakaknya, saat itu Bruce baru saja menyelesaikan filmnya, dan seketika melihat adiknya di hadapannya sedang memegang pisau, dan pisau yang dipegang Jake pun langsung menebas leher kakaknya sendiri, dan kakaknya pun mati di tempat dengan lumuran darah di seluruh badannya.

            Besoknya, Jake terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang tidak enak, karena itu dia langsung keluar dari kamarnya, dan saat keluar, dia tidak menemukan siapapun, sepatu, ponsel, dan barang-barang yang dibawa kemarin kakaknya tidak ada, jadi dia keluar dari kamar apartemennya, dan saat keluar, dia bertemu dengan bapak yang ia temui di beberapa hari lalu, dan si Bapak langsung menyapa Jake, dan menanya kabar si Jake

“Apa kabar Jake?” kata si Bapak.

“Mm… baik pak” jawab Jake sambil terlihat murung,

Dan karena si Bapak melihat raut wajah Jake yang murung, dia langsung mendekati Jake, tapi dia tiba-tiba kaget dan menutup hidungnya,

“Bau apa itu?” tanya si Bapak,

“Saya juga tidak tau pak, sudah beberapa hari lalu…” jawab Jake.

            Dan bapak itu meminta izin untuk masuk ke kamar apartemen si Jake, saat dia masuk ke kamarnya, dia langsung mencari sumber bau itu, dan ternyata bau itu asalnya dari kamar Jake, dan dia pun meminta izin lagi untuk masuk ke kamar Jake, tapi Jake sempat kaget, kalau misalnya baunya itu selama ini ada di kamarnya, dan si Bapak pun masuk, saat dia memeriksa, dia merasa tidak ada yang aneh dari kamar Jake, kamarnya terlihat bersih dan tidak ada sampah, tapi si Bapak mencoba memastikannya lagi, dan karena dia sudah memeriksa beberapa sudut kamarnya tidak ada apa-apa, dia mau mencoba melihat di bawah kasurnya, dan ternyata di situ ada beberapa mayat manusia yang sudah jadi bangkai, termasuk kakaknya Jake, beserta barang-barang mayat-mayat itu.

            Dan pada saat itu, si Bapak itu langsung keluar dari kamar Jake dengan lari sekencang-kencangnya masuk ke kamar apartemennya, di dalam kamarnya, si Bapak ini langsung menelpon polisi untuk melaporkan si Jake, yang selama ini menyimpan mayat di bawah tempat tidurnya.

            Beberapa menit kemudian, si polisi datang ke apartemen si Jake dan mengetuk kamar apartemennya, tapi pintu Jake tidak terbuka setelah beberapa ketukan, jadi si polisi terpaksa untuk menobraknya, dan saat pintunya berhasil didobrak, polisi tidak mendapatkan siapa pun di dalam apartemennya. Ternyata Jake kabur dari apartemennya setelah dia melihat banyak mayat di bawah tempat tidurnya, karena dia begitu kaget, dia tidak bisa berkata apapun saat itu, yang dia bisa lakukan adalah kabur dari apartemen itu, sebelum ditangkap sebagai pelaku pembunuhan.

            Di apartemen, polisi ini langsung melapor ke kepolisian untuk mencari si Jake yang kabur dari apartemennya, dan menelfon petugas untuk mengurus mayat-mayat tersebut.

            Beberapa jam kemudian, Jake ditangkap di supermarket dekat kampusnya, dan langsung dibawa ke kantor polisi untuk diintrogasi yang kedua kalinya. Saat diintrogasi, Jake tidak pernah mengakui dirinya salah, tapi polisi tidak memercayainya, dan langsung diperlihatkan rekaman CCTV yang telah dipasangnya sendiri di kamar apartemennya, saat dia melihatnya, dia merasa itu bukan dia, dan menganggap sebagai bukti palsu, tapi saat diperbesar gambarnya, terlihat jelas muka si Jake yang terlihat dengan raut muka datar membunuh seseorang, dan dia pun tidak bisa berkata-kata saat itu.

            Dan pada saat itu datang juga psikolog, untuk mengeceknya, dan ternyata selama ini Jake memiliki dua kepribadian, yang sangat beda dari sifat Jake, yaitu psikopat dan kejam. Dan selama ini kepribadian Jake yang satunyalah yang berani mengakhiri hidup sesorang. Tapi si Jake tetap dimasukkan ke penjara dengan hukuman seumur hidup, meskipun bukan kepribadian asli Jake yang melakukannya.

Biodata Penulis

Muh. Malikul Ihsan N.

SIT Al-Biruni Mandiri

IG : @malikulhsan

  • Bagikan

Exit mobile version