[Cerpen] Love Yourself

  • Bagikan
Dok. Pribadi/Orie Priscylla

KEKER.FAJAR.CO.ID – Menyakiti dirimu tidak akan membuat masalah itu selesai, kamu harus bangkit dari keterpurukan, jangan biarkan masalah itu semakin menekanmu. Belajar cintai dirimu sendiri.

Kamarku, 21 Agustus 2015Pernahkah kamu berada di posisi terendah dalam hidupmu? Seakan dunia tidak berpihak padamu. Rasanya kamu ingin mengeluh, namun entah kepada siapa. Kamu ingin menyalahkan keadaan, namun kamu juga berpikir hal itu tidak akan merubah kenyataan.

Otak memaksamu untuk menyerah namun hati memaksamu untuk bertahan. Tidak ada tangan yang membantumu berdiri, kamu harus menghadapinya sendiri. Satu-satunya yang dapat kamu lakukan adalah mengikuti alur hidup, menunggu takdir membawamu pada sebuah kenyataan, dan memaksamu untuk menerimanya.

Aku tersenyum membaca diaryku lima tahun yang lalu. Aku masih ingat bagaimana aku merasa putus asa pada hidupku. Ada rasa bangga dalam diriku bisa melewati itu semua, padahal awalnya aku ingin menyerah.

Aku meletakkan diaryku di meja kecil sebelah tempat tidurku lalu beranjak tidur, perlahan memori lima tahun yang lalu mulai menyelimuti pikiranku.Lima tahun yang lalu orang tuaku resmi bercerai, aku hanya bisa terdiam dari jendela kamarku melihat ayahku yang mulai melempar koper ibuku ke halaman rumah dan menyeret ibuku keluar dari rumah.

Saat itu aku belum siap untuk menerima kenyataan kalau aku akan menjadi anak brokenhome, kenyataan kalau aku harus tinggal dengan ayah saja. Sejak hari itu, hidupku terasa berbeda, aku dipaksa oleh keadaan untuk lebih dewasa.

Suatu hari sepulang sekolah aku mendapati rumahku dalam keadaan yang ramai. Banyak mobil terparkir di halaman rumah. Aku mulai bertanya tanya, apa yang terjadi. Firasatku mengatakan ada hal yang buruk akan terjadi, dan benar saja, saat aku masuk ke rumah, aku melihat ayahku sedang memeluk seorang perempuan . Ayahku yang menyadari kehadiranku datang memeluk ku dan berkata “Ayah akan menikah minggu depan”. Aku yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam. Ternyata ayahku sudah menghamili perempuan itu. Aku yang mengetahui hal itu merasa kecewa pada ayahku, ternyata itu alasan ayahku meninggalkan ibuku.

Dua bulan setelah itu, wanita tersebut melahirkan. Ayah sudah tidak memperdulikanku sama sekali, mereka tidak peduli padaku, bahkan ayah sudah tidak pernah berbicara padaku. Tapi aku tidak peduli, aku hanya terus belajar agar bisa masuk di SMA impianku meskipun pada akhirnya ayahku tidak mendukungku sama sekali.

Ayahku mendaftarkanku di sekolah yang dia inginkan dan juga dengan jurusan pilihannya. Aku merasa kecewa saat itu. Hal yang aku susun dengan rapi, tidak berjalan sesuai ekspetasiku. Mengapa anak selalu dituntut untuk membahagiakan orang tua sedangkan anak punya kebahagiaan sendiri.Keadaan di rumahku begitu berbeda sekarang. Setiap hari aku mendapat perlakuan kasar dari orang tuaku, cacian dan hinaan mereka ujarkan kepadaku, aku dikekang, dilarang melakukan apapun yang aku suka.

Ayahku benar-benar berubah, dia bukan ayah yang ku kenal dulu. Aku merasa tidak di butuhkan lagi. Aku merasa sendiri di tengah luasnya dunia ini. Saat aku sedang down seperti ini, tidak ada tangan yang membantuku berdiri. Aku mulai terkena gangguan psikis yang membuatku harus sering berobat ke psikolog.


Tahun ajaran baru telah dimulai, ini semester kedua aku bersekolah di sekolah pilihan ayahku, dan sampai hari ini aku belum mendapat teman sama sekali. Aku menjadi korban bully di sekolahku karena tidak bisa bergaya mewah seperti teman-temanku. Aku selalu mendapat nilai baik disetiap pelajaran, dan menjadi bahan pujian guru-guruku. Hal itu membuat temanku iri dan sering kali melakukan bully fisik kepadaku.

  • Bagikan

Exit mobile version